Jurusan Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta

tw

Terapi Wicara (Speech Therapist)

Dikarenakan beberapa tahun terakhir ini populasi klien yang membutuhkan pelayanan Terapi Wicara seperti : stroke, trauma kepala, anak dengan kebutuhan khusus yang mengalami gangguan bicara atau keterlambatan bicara, seperti ADHD, Autisme, Cerebral Palsy, dll, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jumlah Terapis Wicara yang ada di Indonesia saat ini tidak mencukupi bila dibandingkan banyaknya jumlah kasus yang harus ditangani. Jumlah Terapis Wicara yang ada saat ini di Indonesia berjumlah 353 terapis membuktikan bahwa profesi ini masih langka, mengingat rasio terapis wicara dan penduduk Indonesia adalah 1:623.500. Dengan demikian peluang bekerja baik di sektor negeri atau swasta sangat besar. Menyikapi kondisi diatas pada tahun 2006, Politeknik Kesehatan Surakarta dibawah Kementrian Kesehatan R.I membuka program studi baru, yaitu Program D III Terapi Wicara, yang dikelola oleh Jurusan Okupasi Terapi Poltekkes Surakarta. Continue reading

Hipotesis Penelitian

HipotesisJika memang Hipotesis itu sekedar merupakan pernyataan yang bersifat sementara tentang suatu hal, maka kelihatannya mudah dan sederhana saja dalam merumuskannya. Akan tetapi, dalam suatu penelitian ternyata merumuskan Hipotesis yang baik dan benar tidaklah sesederhana itu. Oleh karena itu, pemahaman tentang Konsep atau Teori tentang Hipotesis tersebut sangatlah diperlukan bagi seorang peneliti. Berikut ini kami sampaikan catatan sederhana dari buku-buku referensi yang berkaitan dengan Pemahaman dasar terhadap Hipotesis. Silahkan [KLIK di SINI]

Ukuran Nilai Pusat (Central Tendency)

Ukuran Nilai Pusat atau yang sering disebut Ukuran Rata-Rata merupakan suatu nilai yang dipandang representatif untuk dapat memberikan gambaran secara umum mengenai keadaan nilai tersebut (Syah, D., Supardi, & Hasibuan, A.A., 2009)

Berikut materi selengkapnya tentang Ukuran Nilai Pusat (Tendensi Sentral): [KLIK di SINI]

Uji Validitas & Reliabilitas Instrumen Penelitian

Pada penelitian ilmu-ilmu sosial, termasuk didalamnya adalah Penelitian Kesehatan, cukup banyak menggunakan cara pengambilan/pengumpulan data dengan menggunakan Instrumen (Alat Ukur). Salah satu persoalan yang penting dalam hal ini adalah, perlunya dilakukan pengetesan apakah suatu instrumen (alat ukur) dalam pengambilan data untuk penelitian itu Valid dan Reliabel. Instrumen pengambilan data tersebut dapat berupa Item Pertanyaan (Questionere), Angket, Pedoman Wawancara, dll. Pada penyusunan kuesinoner, salah satu kriteria kuesioner yang baik adalah Validitas dan Reliabilitas kuesioner. Continue reading