Buku Panduan Penulisan Skripsi

Penulisan Skripsi wajib  dilakukan oleh mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan pada program studi akademiknya. Melalui penulisan Skripsi ini diharapkan mahasiswa mampu melakukan penelitian dan menulis laporan hasil penelitiannya dengan menerapkan metodologi penelitian dengan baik dan benar.

Buku Panduan Penulisan Skripsi ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk yang bersifat umum kepada mahasiswa, pembimbing maupun penguji dalam proses penulisan Skripsi sehingga diharapkan mampu meminimalkan kesenjangan yang mungkin terjadi.

Selanjutnya untuk membaca secara keseluruhan isi dari Buku Panduan Skripsi tersebut, silahkan klik link berikut ini: BUKU PANDUAN SKRIPSI

Advertisements

Pengantar Statistika

Pengertian Statistik secara etimologis berasal dari bahasa Latin yaitu Status dan bahasa Belanda yaitu Staat, yang dalam bahasa Indonesia berarti Negara. Secara umum istilah Statistik mempunyai 2 macam pengertian atau definisi, yaitu Pengertian dalam arti Sempit dan Luas. Selanjutnya dari dua pengertian tersebut muncul 2 terminologi kata atau istilah, yaitu STATISTIK (=STATISTIC) dan STATISTIKA (=STATISTICS).

STATISTIK (STATISTIC) :Adalah rekapitulasi dari fakta yang berbentuk angka-angka yang dapat disusun dalam bentuk tabel dan diagram yang mendeskripsikan suatu permasalahan. (Riduwan, 2010).

Menurut Sudjiono (2005), Statistik mempunyai beberapa pengertian atau definisi, yaitu :

  1. Statistik sebagai ‘Data Statistik’ yaitu Kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan ATAU Deretan kumpulan angka yang menunjukkan keterangan tentang kegiatan hidup tertentu.
  2. Statistik sebagai ‘Kegiatan Statistik’ yaitu Kegiatan perStatistikan berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 1960 yang meliputi “Pengumpulan Data (Data Collecting)”, “Penyusunan Data (Summarizing)”, “Pengumuman dan Pelaporan (Tabulating and Report)”, dan Analisis Data (Data Analyzing).
  3. Statistik merupakan kumpulan data bilangan maupun bilangan yang disusun dalam bentuk tabel atau diagram yang mendeskripsikan suatu permasalahan.

Continue reading

POPULASI & SAMPLE

Suatu kegiatan penelitian pasti akan selalu berhadapan dengan Objek yang akan diteliti atau yang akan DIOBSERVASI. Objek tersebut dapat berupa Manusia, Hewan, Tumbuh – tumbuhan, Benda – benda mati lainnya serta Peristiwa dan Gejala yang terjadi di dalam masyarakat atau di alam sekitar kita.

Populasi BUKAN HANYA Orang, tetapi juga benda – benda alam yang lain. Populasi juga BUKAN SEKEDAR Jumlah yang ada pada 0bjek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek itu.

Satu orangpun dapat digunakan sebagai Populasi, karena satu orang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya Gaya Bicara, Disiplin, Hobi, Cara Bergaul, Sel, Persepsi, Kimia Darah, Urine dan lain-lain.

Dalam melaksanakan penelitian, walaupun tersedia populasi yang terbatas dan homogen , ada kalanya peneliti tidak melakukan pengumpulan data secara populasi. Tetapi mengambil sebagian dari populasi (Sampling) yang dianggap mewakili populasi (representative). Hal ini berdasar pertimbangan yang logis, seperti kepraktisan, keterbatasan biaya, waktu, tenaga dan adanya percobaan yang bersifat merusak (destruktif).

Berikut ini disampaikan Materi tentang Populasi dan Sampel yang telah dirangkum dari berbagai sumber [KLIK di SINI]

Jurusan Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta

tw

Terapi Wicara (Speech Therapist)

Dikarenakan beberapa tahun terakhir ini populasi klien yang membutuhkan pelayanan Terapi Wicara seperti : stroke, trauma kepala, anak dengan kebutuhan khusus yang mengalami gangguan bicara atau keterlambatan bicara, seperti ADHD, Autisme, Cerebral Palsy, dll, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jumlah Terapis Wicara yang ada di Indonesia saat ini tidak mencukupi bila dibandingkan banyaknya jumlah kasus yang harus ditangani. Jumlah Terapis Wicara yang ada saat ini di Indonesia berjumlah 353 terapis membuktikan bahwa profesi ini masih langka, mengingat rasio terapis wicara dan penduduk Indonesia adalah 1:623.500. Dengan demikian peluang bekerja baik di sektor negeri atau swasta sangat besar. Menyikapi kondisi diatas pada tahun 2006, Politeknik Kesehatan Surakarta dibawah Kementrian Kesehatan R.I membuka program studi baru, yaitu Program D III Terapi Wicara, yang dikelola oleh Jurusan Okupasi Terapi Poltekkes Surakarta. Continue reading